Selamat Datang di Blog Guru Pembelajar, Blognya Guru yang Mau Belajar... Blog ini Diberdayakan oleh Eko Sutrisno, S.Pd.Mat. Guru Matematika di SMK Komputama Majenang Blog Guru Pembelajar

Guru Pembelajar

Program Guru Pembelajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kopdar IGI

Foto bersama para master IGI dalam acara Gess 2017 di Jakarta Convention Centre

Sagusabot Gess 2017

Master Sagusabot Dr. Basman Tompo, M.Pd. memberikan materi dalam Diklat Offline Sagusabot pada acara Gess 2017 Jakarta

E-Book Bot Pembelajaran

Mau belajar membuat bot pembelajaran??? Miliki E-book keren ini "Kemas Pembelajaranmu dalam Satu Bot" by. @eko_ok

Minggu, 13 Mei 2018

Software Pembuat Aplikasi Android Berbasis Power Point

Selamat pagi Sobat Guru Pembelajar di Seluruh Tanah Air, semoga selalu diberi kesehatan sehingga kita terus bisa belajar untuk meningkatkan kompetensi yang kita miliki sesuai dengan perkembangan jaman yang begitu pesatnya.

Baik, kali ini saya akan membahas tentang membuat aplikasi android berbasis power point. Tentu sebagai guru, kita sudah tidak asing lagi dengan software bawaan microsoft ini, bahkan mungkin banyak sekali dari Sobat Guru Pembelajar yang jago membuat presentasi-presentasi menarik yang digunakan sebagai media interaktif dalam pembelajaran sehingga siswa-siswi Sobat Guru Pembelajar dapat betah di kelas tentunya. Wow kebetulan sekali kalo memang begitu adanya... Anda memang Kerennnnn...

Siswa zaman now, dimana banyak diantara mereka telah memiliki Handphone super cangging yang dapat difungsikan selayaknya leptop, sehingga mereka telah terbiasa dengan yang namanya aplikasi berbasis Android, Apple, IOS, atau yang lainnya. Tentu kita pun sebagai seorang guru harus mengimbangi akan perkembangan itu bukan? Akan membosankan ketika siswa harus mantengin layar LCD selama proses pembelajaran, selama kurikulum 2013 menuntut agar siswa aktif dalam proses KBM, maka hal ini sudah tidak relevan lagi kita terapkan. Oleh karena itu kita harus merubah media yang kita miliki menjadi sebuah Aplikasi berbasis Android yang dapat siswa kita akses kapanpun mereka mau sebagai salah satu sumber belajar mereka. Selain itu mereka juga dapat mengerjakan soal-soal latihan ataupun soal evaluasi dengan memanfaatkan gadget atau Hp yang mereka miliki.

Salah satu jalan untuk membuat Aplikasi tersebut menggunakan software I Spring dan Website 2 Apk Builder. Software I Spring ini selain dapat dimanfaatkan sebagai pembuat kuis ataupun video tutorial pembelajaran, software ini juga dapat kita manfaatkan untuk merubah file power point yang kita miliki ke dalam format mobile (html5) yang nantinya akan di convert ke dalam file Apk menggunakan Website 2 Apk Builder. Sebelum kita membahas bagaimana cara membuat Aplikasi Androidnya, maka bagi yang belum punya software nyam silahkan klik tautan di bawah ini yaaa...

Download I Spring Suite 8
Download Website 2 Apk Builder

Setelah Sobat Guru Pembelajar mendownload kedua file di atas, bagaimana cara menginstal kedua file tersebut di laptop kita. Bagi yang sudah jago, saya percaya dapat menginstal tanpa panduan. Tetapi bagi yang membutuhkan panduan/modul instalasinya, silahkan klik tautan di bawah ini untuk mendownloadnya, ok.

Download Modul Instalasi I Spring
Download Modul Instalasi Website 2 Apk Builder

Itu sekelumit info tentang software pembuat aplikasi android berbasis power point. Seperti apa cara membuat aplikasinya, kita tunggu artikel berikutnya, ok.

Sampai disini dulu ya Sobat Guru Pembelajar, nantikan artikel berikutnya. Terima Kasih, dan Selamat Belajar ....

Selasa, 27 Februari 2018

Pendidikan Anak, Tugas Siapakah?

Pendidikan, faktor penentu kesuksesan seseorang..  Dengan pendidikan maka orang akan mendapatkan ilmu yang dapat digunakan untuk mengubah dunia, benar kan teman-teman guru? Baik, kali ini kita akan membahas tentang pendidikan anak-anak kita, sebenarnya tugas siapakah itu? Tugas gurukah? Tugas tentor kah? Tugas orang tua kah? atau tugas anak itu sendiri?

Terkadang orang tua menyerahkan semua tugas mendidik kepada sekolah, sebagian kecil yang lain akan menambah jam belajar siswa melalui les, baik di bimbingan belajar maupun privat di guru mapel yang dianggap mampu. Apakah cukup hanha sebatas itu? Pada prinsipnya bahwa ilmu sendiri akan bermanfaat, akan selalu diinhat ketika kita sering memanfaatkan, atau menggunakannya. Guru dianggap pintar karena setiap hari berkecimpung dengan hal itu, seorang guru dapat mengajar 12 kelas dalam seminggu dengan materi yang sama, jelas dia akan matang, hafal diluar kepala tanpa membuka buku sekalipun. Jadi anggapan bahwa guru hanya menang semalem dari siswa saya rasa kurang tepat, benar tidak teman-teman? Oke kembali lagi ke topik awal, kebanyakan anak jaman sekarang males mengikuti pelajaran, apalagi jika guru nya tidak menyenangkan, makanya guru salah satu faktor utama dalam pembelajaran. Selanjutnya siswa kecenderungan untuk tidak belajar kembali materi yang telah dipelajarinya di kelas ketika di rumah, walaupun anak les sana sini, kebanyakan les sendiri mungkin hanya digunakan untuk mengerjakan PR atau tugas yang diberikan dari sekolah, jadi tetap saja mau tidak mau seorang siswa harus mengulang dan sering mengulang lagi materi yang telah dipelajarinya ketika di rumah. Tugas siapa ketika siswa belajar di rumah, tugas orang tua. Orang tua jaman sekarang mungkin berfikiran materi pelajaran sekarang sulit, saya tidak paham, benar begitu? Sebenernya pendampingan, pemberian motivasi untuk belajar justru kunci pokoknya, bukan pada mengajarkan materi yang dipelajarinya. Jelas kita sebagai orang tua tidak akan mampu untuk mengajarkan semua materi sekolah jaman sekarang, jadi yang paling utama pada motivasinya, saya rasa begitu..

Lihatlah para juara olimpoade, apakah mereka belajar hanya mengandalkan guru disekolah? Apakah dia hanya belajar dari guru privat ataukah tentor bimbel, tidak.. Dia belajar dari semua guru itu, tidak cukup dengan waktu normal, dia belajar berjam-jam lebih lama dari belajar nya untuk materi yang lain, dan yang ditegaskan. Dia sekedar hanya belajar satu bidang yang akan dilombakan, dengan porsi berlipat ganda dari waktu normalnya belajar. Jadi tugas siapakah sebenarnya pendidikan anak-anak kita? Sebelum terlambat, mari kita bersama-sama untuk mendidik anak-anak kita agar menjadi generasi penerus bangsa yang akan mengubah dunia tempat kita berpijak nantinya, tentunya menjadi lebih baik dari sekarang. Jangan sekedar menyerahkan pendidikan hanya kepada guru, atau tentor bimbel, tetapu kita yang mungkin bisa lebih sering bertemu dan berkomunikasi dengan anak-anak kita dapat memberikan motivasi dan pendampingan mereka untuk belajar, semoga bermanfaat dan silahkan komen jika ada yang tidak sependapat

Senin, 26 Februari 2018

Oh Siswaku ...

Siang teman-teman guru di seluruh Nusantara raya ini, kali ini saya akan berbagi pengalaman, unek-unek, dan keluhan yang selama ini saya rasakan dalam mendidik siswa-siswi di sekolah saya. Ayo yang punya pengalaman lain bisa dishare dikolom komen yah, kali aja bisa kita jadikan referensi dalam mendidik siswa/i kita kedepan agar lebih baik lagi, dan peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi.

Saya seorang guru matematika, pelajaran yang dianggap cukup sulit dikalangan mayoritas siswa, saya rasa tidak hanya disekolah saya ya teman-teman. Di sekolah teman juga mungkin berlaku hal yang sama, kecuali disekolah negeri yang tergolong favorit yang proses masuknya sendiri melalui beberapa macam tahapan tes seleksi, tentunya kualitas anak didiknya pun berbeda dari sekolah tempat saya mengabdi. Terkadang saya tidak habis pikir, bagaimana caranya untuk membuat anak-anak kita memahami apa yang kita ajarkan. Atau untuk membuat paham sebagian siswa mungkin tidak terlalu sulit, akan tetapi ketika dikembangkan saja soal yang kita berikan, mereka kecenderungan untuk tidak dapat menyelesaikannya. Kegiasaan kurang diberi rangsangan untuk berfikir mungkin dari dulu nya, sehingga sulit sekali membuat mereka mau berfikir sedikit saja tentang soal-soal yang kita berikan.

Beberapa waktu silam, ketika saya mengenyam pendidikan di level Sekolah Menengan Atas, saya pernah mendengarkan cerita dari seorang guru (sebut saja mawar, hehehe... lupa soalnya), beliau mengatakan bahwa Albert Einstein, ilmuan, fisikawan terkenal yang menemukan Teori Relativitas pada masa mendekati ajal nya, dia pernah di tes hitungan tanpa menggunakan alat bantu apapun (mengandalkan otaknya saja), dan dia berhasil menjawab tes tersbut dengan benar dan cepat, luar biasa... Dan setelah meninggal, ada seorang ahli kedokteran yang mencoba meneliti seberapa besar volume otak Einstein digunakan sehingga dia secerdas itu, dan mengejutkan, hasil penelitian menyebutkan hanya seperdelapan otak seorang einstein yang dipakai untuk membuat dia menjadi ilmuwan yang terkenal sepanjang hayatnya, bahkan sampai detik ini. Luar biasa, lantas seberapa bagian volume otak yang kita manfaatkan sejauh ini, seberapa besar bagian otak siswa/i kita pakai sehingga menyelesaikan berbagai soal yang kita berikan tidak dapat terselesaikan. Sangat memprihatinkan sekali...

Terlepas benar tidaknya cerita di atas, saya hanya heran saja dengan anak jaman now itu, tujuan apa sebenarnya yang hendak dicapainya ketika mengenyam pendidikan di sekolah ini, nilaikah? saya rasa bukan, karena pada saat ulangan nilai jelak, tidak ada niatan untuk memperbaiki. Ilmukah? ini lebih jauh lagi, karena rasa keingintahuan pada saat kita memberikan pelajaran sangat minim, keinginan menanyakan hal yang belum dipahami juga sangat kecil, apalagi untuk menyerap ilmu yang kita miliki. Entah apa yang mereka cari di sekolah ini, itulah potret pendidikan yang ada di sekolah saya... Apakah di tempat teman-teman semua seperti itu? atau jauh lebih baik, bagi ilmunya di sini, silahkan beli komentar di kolom comment di bawah artikel ini ok...

Menyikapi penerapan kurikulum 2013, terlepas dari berbagai revisi yang telah dilakukan pemerintah beberapa tahun ini, bahwa pembelajaran yang diterapkan menggunakan metode Student Learnig Centre (Pembelajaran Terpusat pada Siswa), siswa harus aktif dengan 5M nya, guru hanya menjadi fasilitator, penyedia media yang akan mereka gunakan untuk menggali informasi terkait permasalahan yang diberikan pada saat pembelajaran. Apakah bisa dilakukan seperti itu? saya rasa terlalu berat buat mereka... Jika kita flashback ke belakang, dimana guru masing menjadi pusat pembelajaran, siswa pasif gurunya yang aktif dengan metode andalannya ceramah, menjelaskan materi dari A sampai Z, masih saja ditemui kendala pada siswa yang sulit menyerap apa yang guru ajarkan, tidak sedikit siswa mencari bocoran demi tujuan lulus Ujian Nasional, tidak sedikit siswa yang mencontek dengan berbagai cara untuk sekedar dapat memperoleh nilai di atas standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah lewat POS UN. Lantas pembelajaran seperti apa yang harus dilakukan untuk merangsang siswa agar dapat meningkatkan hasil belajarnya, meningkatkan pemahaman, dan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di materi pembelajaran. Patut kita pikirkan bersama... Oleh karena itu mari kita diskusikan berbagai metode pembelajaran yang telah teman-teman lakukan untuk perbaikan pembelajaran di sekolah kita, semoga saja ada yang dapat diterapkan di sekolah teman-teman guru lainnya.


Selasa, 20 Februari 2018

Media Presentasi Berbasis Video

Sore keko lovers, semoga selalu dalam keadaan sehat, Aamiin...

Hari ini kita akan belajar tentang media presentasi berbasis video, dalam hal ini saya menggunakan powtoon, media ini lebih interaktif dibanding yang lain karena dilengkapi dengan animasi-animasi bawaan yang menambah keren presentasi yang kita buat. Hanya saja untuk membuat presentasi dengan powtoon ini hanya bisa dilakukan secara online, jadi siapkan paket data yang cukup yah, atau nebeng saja di sekolah, kantor, atau sambil nongkrong disupermarket yang menyediakan wifi gratisan, hehehe...

Buat kamu para gratiser, untuk menjalankan presentasi kita yang dibuat harus direkam melalui screenrecord yah dengan aplikasi lain, bisa menggunakan SOM, I-Spring, atau yang lain.. Kaya apa dan bagaimana sih membuatnya, mari kita simak langkah-langkah berikut ini, ok.

  1. Buka powton dengan mengetikkan www.powtoon.com di broser kamu.
  2. Seperti halnya membuka email, jadi silahkan sign up dulu kalo kamu belu punya akun, kalo sudah tinggal login aja,ok.
  3. Ini dia tampilan awal powtoon
  4. Untuk memulai, kamu pilih yang warna kuning yah, klik saja pada "Customize a popular template". Kemudian pada kolom "Your template category" pilih teacher yah. Lalu pilih template yang tersedia, jangan lupa untuk para gratiser jangan sekali-kali pilih template yang bertuliskan Pro dibawahnya, jelas itu template berbayar.
  5. Misal saya pilih template Graduation, tempatkan kursor di template tersebut, kemudian klik "use" . Tampilan berikutnya seperti ini nih:
  6. Itu animasi dan tulisan bawaan dari template, disebelah kanan menu untuk editing. Untuk mengedit text pada slide, maka tinggal di double klik pada bagian yang akan kita ganti, misalnya pada congratulations, maka akan muncul menu editor berikut: