Selamat Datang di Blog Guru Pembelajar, Blognya Guru yang Mau Belajar... Blog ini Diberdayakan oleh Eko Sutrisno, S.Pd.Mat. Guru Matematika di SMK Komputama Majenang Oh Siswaku ... ~ Blog Guru Pembelajar

Senin, 26 Februari 2018

Oh Siswaku ...

Siang teman-teman guru di seluruh Nusantara raya ini, kali ini saya akan berbagi pengalaman, unek-unek, dan keluhan yang selama ini saya rasakan dalam mendidik siswa-siswi di sekolah saya. Ayo yang punya pengalaman lain bisa dishare dikolom komen yah, kali aja bisa kita jadikan referensi dalam mendidik siswa/i kita kedepan agar lebih baik lagi, dan peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi.

Saya seorang guru matematika, pelajaran yang dianggap cukup sulit dikalangan mayoritas siswa, saya rasa tidak hanya disekolah saya ya teman-teman. Di sekolah teman juga mungkin berlaku hal yang sama, kecuali disekolah negeri yang tergolong favorit yang proses masuknya sendiri melalui beberapa macam tahapan tes seleksi, tentunya kualitas anak didiknya pun berbeda dari sekolah tempat saya mengabdi. Terkadang saya tidak habis pikir, bagaimana caranya untuk membuat anak-anak kita memahami apa yang kita ajarkan. Atau untuk membuat paham sebagian siswa mungkin tidak terlalu sulit, akan tetapi ketika dikembangkan saja soal yang kita berikan, mereka kecenderungan untuk tidak dapat menyelesaikannya. Kegiasaan kurang diberi rangsangan untuk berfikir mungkin dari dulu nya, sehingga sulit sekali membuat mereka mau berfikir sedikit saja tentang soal-soal yang kita berikan.

Beberapa waktu silam, ketika saya mengenyam pendidikan di level Sekolah Menengan Atas, saya pernah mendengarkan cerita dari seorang guru (sebut saja mawar, hehehe... lupa soalnya), beliau mengatakan bahwa Albert Einstein, ilmuan, fisikawan terkenal yang menemukan Teori Relativitas pada masa mendekati ajal nya, dia pernah di tes hitungan tanpa menggunakan alat bantu apapun (mengandalkan otaknya saja), dan dia berhasil menjawab tes tersbut dengan benar dan cepat, luar biasa... Dan setelah meninggal, ada seorang ahli kedokteran yang mencoba meneliti seberapa besar volume otak Einstein digunakan sehingga dia secerdas itu, dan mengejutkan, hasil penelitian menyebutkan hanya seperdelapan otak seorang einstein yang dipakai untuk membuat dia menjadi ilmuwan yang terkenal sepanjang hayatnya, bahkan sampai detik ini. Luar biasa, lantas seberapa bagian volume otak yang kita manfaatkan sejauh ini, seberapa besar bagian otak siswa/i kita pakai sehingga menyelesaikan berbagai soal yang kita berikan tidak dapat terselesaikan. Sangat memprihatinkan sekali...

Terlepas benar tidaknya cerita di atas, saya hanya heran saja dengan anak jaman now itu, tujuan apa sebenarnya yang hendak dicapainya ketika mengenyam pendidikan di sekolah ini, nilaikah? saya rasa bukan, karena pada saat ulangan nilai jelak, tidak ada niatan untuk memperbaiki. Ilmukah? ini lebih jauh lagi, karena rasa keingintahuan pada saat kita memberikan pelajaran sangat minim, keinginan menanyakan hal yang belum dipahami juga sangat kecil, apalagi untuk menyerap ilmu yang kita miliki. Entah apa yang mereka cari di sekolah ini, itulah potret pendidikan yang ada di sekolah saya... Apakah di tempat teman-teman semua seperti itu? atau jauh lebih baik, bagi ilmunya di sini, silahkan beli komentar di kolom comment di bawah artikel ini ok...

Menyikapi penerapan kurikulum 2013, terlepas dari berbagai revisi yang telah dilakukan pemerintah beberapa tahun ini, bahwa pembelajaran yang diterapkan menggunakan metode Student Learnig Centre (Pembelajaran Terpusat pada Siswa), siswa harus aktif dengan 5M nya, guru hanya menjadi fasilitator, penyedia media yang akan mereka gunakan untuk menggali informasi terkait permasalahan yang diberikan pada saat pembelajaran. Apakah bisa dilakukan seperti itu? saya rasa terlalu berat buat mereka... Jika kita flashback ke belakang, dimana guru masing menjadi pusat pembelajaran, siswa pasif gurunya yang aktif dengan metode andalannya ceramah, menjelaskan materi dari A sampai Z, masih saja ditemui kendala pada siswa yang sulit menyerap apa yang guru ajarkan, tidak sedikit siswa mencari bocoran demi tujuan lulus Ujian Nasional, tidak sedikit siswa yang mencontek dengan berbagai cara untuk sekedar dapat memperoleh nilai di atas standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah lewat POS UN. Lantas pembelajaran seperti apa yang harus dilakukan untuk merangsang siswa agar dapat meningkatkan hasil belajarnya, meningkatkan pemahaman, dan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di materi pembelajaran. Patut kita pikirkan bersama... Oleh karena itu mari kita diskusikan berbagai metode pembelajaran yang telah teman-teman lakukan untuk perbaikan pembelajaran di sekolah kita, semoga saja ada yang dapat diterapkan di sekolah teman-teman guru lainnya.


0 komentar:

Posting Komentar